BIDANG PERIKANAN DAN PETERNAKAN

 

BIDANG PERIKANAN

Pembangunan perikanan di Kabupaten Muaro Jambi dikembangkan melalui budidaya ikan dalam kolam dan Keramba Jaring Apung (KJA), mengingat letak geografi dan topografi Kabupaten Muaro Jambi dibelah oleh Sungai Batanghari dan anak sungai lainnya juga sebagian merupakan dataran rendah yang berawa-rawa yang berpotensi untuk pengembangan sektor perikanan.
Dalam upaya peningkatan produksi perikanan salah satu usaha pemerintah daerah dengan membentuk sentra perikanan seperti sentra budidaya ikan patin di desa tangkit baru dan desa sekitarnya yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai sentra Produksi Perikanan Khusus ikan Nila dan Patin serta menjadikan daerah sepanjang aliran Sungai Batanghari sebagai sentra pengembangan perikanan Keramba Jaring Apung, Kabupaten Muaro Jambi mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah Pilot Project Program Minapolitan yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor Kep.32/Men/2012 tanggal 14 Mei 2010, mengingat Kondisi dan potensi daerah sangat potensial untuk pengembangan sektor perikanan, baik budidaya ikan dalam Kolam, Keramba Jaring Apung, maupun perairan umum.  
Perkembangan Minapolitan Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2016 cukup memberikan dampak yang positif bagi peningkatan produksi ikan dan luasan usaha budidaya, baik yang dibangun secara swadaya maupun bantuan dari Pemerintah.  
Pada Tahun 2011 juga telah dibangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) dikawasan Minapolitan sampai dengan 2012 belum beroperasi dan masih dalam tahap penyempurnaan. Pada tahun 2013 sampai dengan saat ini telah beroperasi yang nantinya dapat membantu pemasaran hasil produksi ikan patin dan jenis ikan lainnya sehingga para pembudidaya ikan patin akan tetap bergairah melakukan usaha budidaya ikan patin karena adanya jaminan pemasaran melalui Unit Pengolahan Ikan (UPI). Untuk mengetahui kondisi perikanan di Kabupaten Muaro Jambi, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3.3.1

Luasan Kawasan Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2016

No

Kriteria Hutan

Luasan Awal (Ha)

Usulan Perubahan

Fungsi Kawasan (Ha)

 

1

Kawasasn Suaka Alam (KSA/KPA)

38.146,21

-

 

2

Hutan Lindung (HL)

23.683,81

-

 

3

Hutan Produksi Tetap (HPT)

-

-

 

4

Hutan Produkjsi (HP)

34.174,67

-

 

5

Hutan Produksi Terbatas

58.738,29

-

 

6

Areal Penggunaan Lain (APL)

372.692,75

-

 

7

Hutan yang Dapat Dikonversi

4.731,74

-

 

Jumlah

532.167,47

-

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun 2016

Tabel 4.3.3.2

Luasan Lahan Kritis Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2016

No

Kecamatan

Kritis

Luas Lahan Kritis (Ha)

1

Jambi Luar Kota

- Agak Kritis

1.653,10

- Kritis

321,50

- Potensial Kritis

4.495,20

- Sangat Kritis

1.665,60

- Tidak Kritis

18.942,80

2

Kumpeh Ilir

- Agak Kritis

1.159,50

- Kritis

15.790,20

- Potensial Kritis

33.862,00

- Sangat Kritis

42.140,20

- Tidak Kritis

68.432,60

3

Kumpeh Ulu

- Agak Kritis

12.061,10

- Kritis

1.595,20

- Potensial Kritis

2.204,60

- Sangat Kritis

15.304,40

- Tidak Kritis

7.499,30

4

Maro Sebo

- Agak Kritis

694,70

- Potensial Kritis

10.884,30

- Sangat Kritis

6.701,50

- Tidak Kritis

7.807,30

5

Mestong

- Agak Kritis

14,30

- Potensial Kritis

983,30

- Sangat Kritis

9,40

- Tidak Kritis

1.426,40

6

Sekernan

- Agak Kritis

16.105,40

- Kritis

549,10

- Potensial Kritis

6.986,20

- Sangat Kritis

14.205,30

- Tidak Kritis

29.311,90

7

Sungai gelam

- Agak Kritis

1.398,80

- Kritis

528,30

- Potensial Kritis

8.507,00

- Sangat Kritis

5.779,80

- Tidak Kritis

18.576,80

8

Taman rajo

- Agak Kritis

1.255,80

- Kritis

3.882,40

- Potensial Kritis

10.303,10

- Sangat Kritis

10.868,90

- Tidak Kritis

18.576,80

Jumlah

393.176,80

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun 2016

4.3.2.1

Kondisi Perikanan di Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2016

No

Kondisi Perikanan

Tahun 2016

1

Kolam Air Tenang :

a. Luas Areal

b. Produksi Ikan

c. Nilai Usaha Tambak (Rp)

484,05 (Ha)

18.620,1 (Ton)

Rp. 303,6 (Milyar)

2

Jaring Apung :

a. Jumlah Jaring Apung

b. Produksi Ikan

c. Nilai Produksi (Rp)

4.3