SELAYANG PANDANG BAPPEDA MUARO JAMBI

KANTOR BAPPEDA MUARO JAMBI

Visi Bappeda Kabupaten Muaro Jambi untuk Periode 2011-2016 adalah :

“Terwujudnya Bappeda sebagai Lembaga Perencanaan Pembangunan yang Profesional, Aspiratif dan Inovatif”

 

Makna Pokok yang terkandung dalam Pernyataan Visi diatas adalah :

Lembaga Perencanaan Pembangunan yang Profesional mengandung makna dalam menyusun kebijakan perencanaan pembangunan selalu mengedepankan azas keterbukaan, transparansi, menyediakan data perencanaan yang akurat dan akuntabel yang didukung dengan kemampuan sumberdaya aparatur perencana yang handal dan profesional.

Aspiratif mengandung makna Kebijakan perencanaan pembangunan daerah disusun berdasarkan apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan masyarakat, sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini dengan melibatkan berbagai stake holder pembangunan.

Inovatif mengandung makna bahwa dengan dukungan sumberdaya aparatur perencana yang handal dan profesional, dapat menghasilkan kebijakan perencanaan pembangunan yang berkualitas, memiliki tujuan dan sasaran yang jelas dan terukur, selalu menciptakan ide-ide perencanaan pembangunan yang kreatif, serta memiliki mind set pembangunan  yang lebih maju, efektif dan efisien.

 

MISI Bappeda Tahun 2011-2016

1. Menyusun kebijakan perencanaan pembangunan daerah yang aspiratif dan berkualitas berlandaskan keberpihakan kepada masyarakat, berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

2. Meningkatkan koordinasi dan sinergitas perencanaan pembangunan daerah.

3. Mengoptimalkan pemanfaatan sistem informasi dan data perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan akurat.

4. Meningkatkan sumberdaya Aparatur perencana yang profesional dan bertanggungjawab.

 

Tujuan dan Sasaran

 

Berdasarkan Visi dan Misi Bappeda, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Muaro Jambi menetapkan tujuan sebagai berikut :

1. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembangunan daerah;

2. Meningkatkan akuntabilitas perumusan kebijakan pembangunan daerah;

3. Meningkatkan/mendapatkan dukungan masyarakat terhadap proses perencanaan pembangunan daerah;

1. Meningkatnya kualitas perancanaan, pengendalian dan penelitian yang terkoordinasi.

2. Meningkatnya sistem perencanaan, pengendalian dan penelitian yang terkoordinasi.

3. Meningkatnya kemampuan aparatur dalam penyusunan perencanaan.

4. Meningkatnya kemampuan aparatur dalam peyusunan penelitian

5. Meningkatnya output dan outcome pelaksanaan pembangunan.

6. Meningkatnya kelancaran pelaksanaan tugas.

7. Meningkatnya dokumentasi hasil perencanaan dan penelitian.

8. Meningkatnya disiplin dan kinerja aparatur.

 

Strategi dan Kebijakan


Strategi yang ditempuh dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan adalah, meliputi :

1. Peningkatan kualitas Perencanaan, pengendalian dan penelitian.

2. Peningkatan kualitas SDM aparatur Perencana dan Peneliti.

3. Peningkatan kualitas Pelaksanaan dan Pelaporan Pembangunan Daerah.

4. Peningkatan sarana prasarana kerja.

5. Peningkatan kualitas dokumen perencanaan dan penelitian

6. Peningkatan Disiplin dan semangat kerja aparatur.

Selanjutnya strategi yang disusun diimplementasikan melalui beberapa kebijakan sebagai berikut :

1. Menetapkan perencanaan, pengendalian dan penelitian pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah.

2. Penyusunan perencanaan dan penelitian didasarkan atas kebutuhan.

3. Melaksanakan atau mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi perencana.

4. Melaksanakan atau mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi peneliti.

5. Meningkatkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

6. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan.

7. Meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan.

8. Meningkatkan sistem kerja yang berkualitas.

9. Meningkatkan motivasi kerja.

10. Meningkatkan sarana dan prasarana dukumentasi.

11. Meningkatkan sistem kearsipan.

12. Meningkatkan etos kerja.

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 16 Juni 2015 14:23 )